Pokok-pokok kebijakan Merdeka Belajar mencakup pemberian kebebasan bagi penyelenggara pendidikan dalam empat aspek, Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), Ujian Nasional (UN), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Zonasi.


Dengan adanya kebijakan Merdeka belajar diharapkan adanya perubahan sistem assesmen atau pengujian dalam pendidikan. Dengan dihapusnya Ujian Nasional, Kemendikbud menyelenggarakan Assesmen Nasional sebagai program evaluasi untuk meningkatkan mutu pendidikan. Mutu pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar peserta didik yang mendasar (literasi, numerasi, dan karakter). Informasi mutu pendidikan diperoleh melalui tiga instrumen utama, yaitu Asesmen Konpetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.

Hal tersebut yang melatarbelakangi Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Bimtek Pembelajaran Berbasis Literasi dan Numerasi bagi Pengawas dan Guru Jenjang MI, MTs, dan MA Se-Jawa Timur. Peserta dari bimtek ini berkewajiban untuk mendiseminasikan kepada komunitas belajar di instansinya masing-masing. MAN 1 Tulungagung merupakan salah satu instansi yang menyelenggarakan kegiatan diseminasi hasil Bintek ini.

Bertempat di aula Student Center (24/05/2021), MAN 1 Tulungagung pembukaan diseminasi dihadiri oleh Drs. Slamet Riyadi, M.Pd. (Kepala Madrasah) dan Dra.Lutfhi Su’aidah, M.Ag, selaku Pengawas Madrasah yang mendampingi kegiatan bimtek di titik zoom MAN 1 Tulungagung. Diseminasi ini dilaksanakan selama 4 hari, 24-27 Mei 2021 dengan moda 3 hari in servis dan 1 hari online.

Dalam sambutannya, Drs. Slamet Riyadi, M.Pd. meyampaikan, “Terima kasih kepada seluruh Bapak/Ibu Guru yang telah hadir dalam dalam diseminasi bimtek ini di tengah kesibukan Bapak/Ibu dalam mempersiapkan PAT. Alhamdulillah, satu hal yang membahagiakan, setelah MAN 1 Tulungagung disamping ditetapkan sebagi Madrasah Plus Ketrampilan, Madrasah Riset. Saat ini MAN 1 Tulungagung juga ditetapkan sebagai MA Unggulan Akademik. Hal ini merupakan satu keistimewaan, mengingat jumlah MA Unggulan Akademik di Indonesia jumlahnya sangat terbatas, hanya 30 madrasah, dan madrasah kita termasuk di dalamnya,”

Foto Kegiatan Desiminasi MAN 1 Tulungagung

Selanjutnya, Ibu Dra.Lutfhi Su’aidah, M.Ag. selaku Pengawas Madrasah menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan MAN 1 Tulungagung sebagai MA Unggulan Akademik. Di samping itu, beliau juga mengajak seluruh pendidik khususnya peserta diseminasi untuk terus lebih berinovasi dalam pelaksanaan pembelajaran. Tanpa inovasi, pendidikan di madrasah akan terlindas oleh perubahan di pendidikan yang selalu berkembang secara dinamis apalagi dengan adanya kebijakan Merdeka Belajar.

Para pendidik harus mampu melaksanakan pembelajaran literasi dan numerasi, salah satunya dengan mampu membuat rancang pembelajaran berbasis literasi dan numerasi. Karena dalam Asesmem Kompetensi Minimal (AKM), literasi dan numerasi adalah kompetensi yang sifatnya general dan mendasar yang harus dikuasai oleh peserta didik. Oleh karena itu peserta didiik harus dipersiapkan dari awal.